Hapalan Ayat Dijadikan Gimik Hadiah Miras, Begini Ancaman Allah dalam Al Quran

7 hours ago 33

loading...

Seorang Muslim tidak boleh ikut larut dalam aktivitas yang menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan permainan atau olok-olok, Al-Qur’an juga menjelaskan akibat buruk bagi orang-orang yang mengingkari dan memperolok-olok ayat Allah SWT. Foto ilustrasi/Sind

Candaan yang membawa-bawa ayat-ayat Al-Qur’an kembali menjadi sorotan. Di media sosial viral video yang memperlihatkan tantangan hafalan Al-Qur’an dalam sebuah festival musik di Jakarta.

Dalam video yang beredar, salah satu booth produk minuman keras (miras) disebut menggelar tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha kepada pengunjung. Mereka yang mampu menghafalkan surah tersebut disebut akan mendapatkan imbalan yang diduga berupa minuman keras.

Aksi tersebut menuai sorotan karena ayat-ayat Al-Qur’an digunakan sebagai bagian dari gimik promosi produk minuman keras. Penggunaan ayat suci sebagai bahan permainan, terlebih dikaitkan dengan pemberian minuman keras sebagai hadiah, dinilai dapat merendahkan kesucian Al-Qur’an. Lantas, bagaimana Islam memandang tindakan memperolok-olok atau menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bahan candaan?


Larangan Memperolok-olok Ayat Al-Qur’an

Al-Qur’an memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang menjadikan ayat-ayat Allah SWT sebagai bahan olok-olok.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 140:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَقَدْ  نَزَّلَ  عَلَيْكُمْ  فِى  الْـكِتٰبِ  اَنْ  اِذَا  سَمِعْتُمْ  اٰيٰتِ  اللّٰهِ  يُكْفَرُ  بِهَا  وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا  فَلَا  تَقْعُدُوْا  مَعَهُمْ  حَتّٰى  يَخُوْضُوْا  فِيْ  حَدِيْثٍ  غَيْرِهٖۤ  ‏   ۖ اِنَّكُمْ  اِذًا  مِّثْلُهُمْ   ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  جَا مِعُ  الْمُنٰفِقِيْنَ  وَا لْكٰفِرِ يْنَ  فِيْ  جَهَـنَّمَ  جَمِيْعًا

“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di Neraka Jahanam.”

Baca juga: Bala dalam Islam: Ujian Allah yang Tak Selalu Berupa Musibah

Ayat ini memberikan pedoman kepada orang-orang beriman agar tidak ikut terlibat dalam pembicaraan atau kegiatan yang di dalamnya terdapat tindakan mengingkari dan memperolok-olok ayat Allah SWT.

Sikap tersebut penting untuk menjaga kehormatan agama sekaligus melindungi keimanan seorang Muslim agar tidak ikut membenarkan atau menormalisasi penghinaan terhadap ajaran Islam.

Perintah serupa juga terdapat dalam Surah Al-An’am ayat 68:

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa, maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat.”

Dua ayat tersebut menunjukkan bahwa seorang Muslim tidak boleh ikut larut dalam aktivitas yang menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan permainan atau olok-olok.

Ancaman bagi Orang yang Memperolok-olok Ayat Allah

Al-Qur’an juga menjelaskan akibat buruk bagi orang-orang yang mengingkari dan memperolok-olok ayat Allah SWT.

Dalam Surah Ar-Rum ayat 10, Allah SWT berfirman:

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |