loading...
Miliarder kripto dan pendiri Strategy (sebelumnya MicroStrategy), Michael Saylor membeberkan rahasia keberhasilannya mengumpulkan dana USD15 miliar setara Rp267,5 triliun tahun lalu. Foto/Dok
JAKARTA - Miliarder kripto dan pendiri Strategy (sebelumnya MicroStrategy), Michael Saylor kembali memicu perdebatan setelah membeberkan rahasia keberhasilannya mengumpulkan dana USD15 miliar (setara Rp267,5 triliun dengan kurs Rp17.835 per USD) tahun lalu. Uniknya, jurus utama yang ia gunakan bukanlah kerja keras konvensional, melainkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT .
Dalam wawancaranya di kanal YouTube The Diary of a CEO bersama Steven Bartlett, pria berusia 61 tahun tersebut memberikan peringatan keras kepada para profesional dan pengusaha muda di era otomatisasi modern.
"Jika Anda berada di usia produktif dan ingin membuat perubahan yang dikenang dunia, prinsipnya sederhana: jangan terus melakukan hal yang sama berulang kali dan bekerja makin keras melawan gelombang otomatisasi. Jangan coba-coba mengalahkan kerja robot," tegas Saylor.
Baca Juga: Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Dari ChatGPT hingga Saham
Saylor mengisahkan bagaimana ia menggunakan kecerdasan buatan untuk merancang instrumen keuangan baru saat cara-cara tradisional raising capital perusahaannya mulai menemui jalan buntu. Dengan bantuan ChatGPT, ia mendesain struktur saham preferen berbasis Bitcoin yang sempat diragukan oleh para pengacara dan bankir investasi karena belum pernah ada sebelumnya.


















































