Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol

5 hours ago 37

loading...

Pemerintah Kota Meksiko tengah mempertimbangkan pembatasan penjualan alkohol di ruang publik setelah perayaan besar-besaran atas keberhasilan Timnas Meksiko lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 / Foto: Al Jazeera

GUADALAJARA - Pemerintah Kota Meksiko tengah mempertimbangkan pembatasan penjualan alkohol di ruang publik setelah perayaan besar-besaran atas keberhasilan Timnas Meksiko lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 . Lebih dari 700 ribu orang memadati pusat Kota Meksiko usai El Tri mengalahkan Korea Selatan di laga fase grup.

Ribuan suporter turun ke jalan mengenakan jersey hijau khas Meksiko dan topeng warna-warni Lucha Libre. Mereka bernyanyi, mengibarkan bendera, meniup vuvuzela, hingga menari di tengah hujan untuk merayakan kemenangan tim kesayangan mereka. Namun, euforia tersebut menyisakan persoalan.

Keesokan harinya, Jalan Reforma, salah satu jalan utama di ibu kota, dipenuhi sampah. Banyak bunga cempasuchil berwarna kuning yang menjadi ikon kota juga rusak dan terinjak-injak.

Baca Juga:Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026

Petugas kebersihan dilaporkan mengangkut sekitar 40 ton sampah dari kawasan pusat bersejarah. Sekretaris Pemerintah Kota Meksiko, Cesar Cravioto, mengatakan pengendalian massa dan pencegahan risiko keamanan menjadi prioritas selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menekan peredaran alkohol ilegal di jalanan. Pemerintah berencana meminta restoran dan bar di kawasan tersebut untuk melarang pelanggan membawa minuman beralkohol keluar dari tempat usaha mereka.

Selain itu, toko-toko swalayan di sekitar lokasi keramaian juga dapat diminta menghentikan penjualan alkohol beberapa jam sebelum pertandingan besar dimulai. Untuk mengurangi kepadatan massa, pemerintah kota juga akan memasang tujuh layar raksasa tambahan di sekitar kawasan stadion, melengkapi 12 layar yang telah tersedia. Personel keamanan pun akan ditambah untuk membatasi penjualan bir oleh pedagang kaki lima.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |