loading...
Micro drama China menjadi fenomena baru hiburan digital dengan episode singkat berdurasi sekitar dua menitan. Foto: Sindonews/ChatGPT
JAKARTA - Sebuah tayangan drama biasanya berdurasi satu jam. Tapi kini, jutaan orang justru menikmati cerita yang hanya berlangsung dua menitan.
Fenomena ini datang dari China melalui format micro drama atau duanju. Yakni, serial pendek dengan episode berdurasi sekitar 90 detik hingga dua menit.
Meski singkat, format ini justru menjadi salah satu tren hiburan digital paling cepat berkembang di dunia.
Industri micro drama China bahkan telah melampaui pendapatan bioskop domestik. Data China Netcasting Services Association menunjukkan nilai pasar micro drama mencapai lebih dari 50 miliar yuan, atau Rp117 triliun.
Fenomena ini tidak hanya populer di China. Micro drama kini mulai menembus pasar global, termasuk Amerika Serikat dan Asia Tenggara.
Indonesia Jadi Pasar Streaming yang Tumbuh Cepat
Di Indonesia, dampak tren ini terlihat dari pertumbuhan layanan streaming.
Platform iQIYI International melaporkan peningkatan signifikan jumlah pengguna di Indonesia. Sejak meluncurkan kembali layanannya, jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) hampir dua kali lipat, sementara jumlah pelanggan berbayar meningkat sekitar lima kali lipat.
Berdasarkan laporan Media Partners Asia (MPA), pencapaian ini membuat iQIYI menjadi platform OTT terbesar keempat di Indonesia berdasarkan jumlah pengguna aktif.
Menurut Dinesh Ratnam, Senior Managing Director Southeast Asia iQIYI, Indonesia menjadi salah satu pasar streaming paling potensial di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia merupakan pasar streaming yang sangat besar dengan potensi pertumbuhan yang luar biasa. Kami melihat semakin banyak penonton yang bersedia berlangganan serta meningkatnya minat terhadap konten Tiongkok dan konten lokal,” ujarnya.
Laporan MPA juga menunjukkan bahwa jumlah pelanggan streaming berbayar di Indonesia meningkat 23 persen sepanjang 2025. Secara keseluruhan, pasar streaming di Indonesia bersama Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura telah melampaui 61 juta pelanggan.
Mengapa Micro Drama Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa micro drama China begitu digemari oleh penonton, termasuk di Indonesia.
Pertama adalah durasi yang sangat singkat. Setiap episode biasanya hanya berdurasi 90 detik hingga dua menit, sehingga mudah ditonton di sela aktivitas.
Format ini cocok dengan kebiasaan konsumsi konten generasi mobile yang terbiasa menonton video singkat di smartphone.


















































