loading...
Robert Gilman, mantan anggota Korps Marinir AS yang dibebaskan Rusia setelah dipenjara sejak 2022. Dia dibebaskan setelah diampuni Presiden Vladimir Putin. Foto/Truth Social/realDonaldTrump
MOSKOW - Rusia telah membebaskan seorang mantan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) yang telah dipenjara sejak tahun 2022. Mantan tentara yang sedang sakit itu dibebaskan setelah Presiden Vladimir Putin memberikan pengampunan atas dasar kemanusiaan.
Robert Gilman (32), seorang guru bahasa Inggris yang pernah bertugas singkat di Korps Marinir AS, sedang bepergian dengan kereta api ketika dia ditangkap di kota Voronezh, Rusia selatan, pada Januari 2022.
Baca Juga: Drone Ukraina Hancurkan Sistem Rudal S-400 Pelindung Istana Mewah Putin, Pukulan Telak bagi Rusia
Menurut media pemerintah Rusia, dia ditangkap karena diduga menendang seorang petugas polisi saat dalam keadaan mabuk. Dia kemudian dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara, meskipun keluarganya secara konsisten membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Ayahnya, Vladimir Gilman—yang beremigrasi dari Rusia ke Massachusetts—menulis dalam sebuah artikel opini di Boston Globe pada Oktober 2024 bahwa putranya sedang sakit saat insiden itu terjadi dan secara tidak sengaja menendang petugas polisi tersebut.
Kekhawatiran mengenai kesehatan Gilman meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir, di mana Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS telah mendesak Moskow untuk membebaskannya agar dia bisa mendapatkan perawatan medis di AS.
Eric Lebson, kepala strategi di Global Reach—sebuah kelompok advokasi yang mewakili keluarga Gilman—mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa Gilman telah dipindahkan pada akhir Juni dari rumah sakit penjara ke bangsal psikiatri rumah sakit darurat sipil. Saat itu, dia berada dalam kondisi yang menyerupai katatonia, yang oleh dokter dinilai sebagai "stupor disosiatif".


















































