Cegah Penipuan dan Pinjol Ilegal, Sespimma Polri Dorong UMKM Jabar Melek Literasi Digital

2 hours ago 23

loading...

Sespimma Polri dan Diskuk Jabar menggelar kegiatan FGD di kantor Diskuk Jawa Barat, Bandung, Senin (4/5/2026). Sespimma Polri mendorong penguatan literasi digital bagi para pelaku UMKM di tengah maraknya penipuan online. Foto/Dok. SindoNews

BANDUNG - Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri mendorong penguatan literasi digital bagi para pelaku UMKM di tengah maraknya penipuan online. Penguatan literasi digital bagi para pelaku UMKM disampaikan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat, Bandung, Senin (4/5/2026).

Forum dialog ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimma Polri Angkatan ke-75. Kolaborasi antara Polri dan Diskuk Jabar guna memperkuat peran UMKM agar tumbuh, aman dan berdaya saing serta menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Baca juga: Komdigi Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Digital

Dalam dialog tersebut, Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Diskuk Jabar, Widyaningsih membeberkan, jumlah UMKM sebanyak 5,4 juta unit dnegan serapan tenaga kerja 7,9 juta jiwa. Ia menilai tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM, selain akses pembiayaan dan permodalan usaha, yaitu rendahnya literasi digital , perlindungan hukum dalam ekosistem usaha, dan banyak yang terjebak dalam pinjaman online (pinjol dan penipuan digital.

"kegagalan permodalan UMKM bukan sekedar masalah bisnis, kondisi ini memicu rantai dampak, literasi rendah, jeratan pinjol mengakibatkan rusaknya SLIK dan kebangkrutan usaha yang berlanjut pada pengangguran massal dan gesekan yang berujung gangguan kamtibmas," katanya.

Hal senada juga diutarakan Kabid Pengembangan Usaha Kecil Diskuk Jabar, Mochammad Danny Fulton. Ia mengungkapkan mayoritas pelaku UMKM masih belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurutnya hal ini membuat rentan bagi UMKM terhadap penipuan, usaha praktik illegal dan kejahatan digital. Sementara, para pelaku UMKM berharap adanya pendampingan dari Diskuk Jabar dan dukungan dari Polri agar UMKM local dapat berkembang lebih cepat dan aman.

Dari permasalahan tersebut, Sespimma Polri mengakui bahwa di lapangan terdapat berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM. Dalam usaha berbasis online, modus penipuan yang sering terjadi yakni transfer menjelang jam tutup. Hal ini menyulitkan pelaku UMKM dalam melakukan verifikasi dan tidak mengetahui harus melapor kemana. Selain itu juga gangguan dari premanisme juga masih sering terjadi.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |