loading...
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemangku kepentingan industri pelayaran. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemangku kepentingan industri pelayaran untuk mendukung pengembangan industri pelayaran wisata. Penandatanganan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian INSA Yacht Festival (IYF) 2026 di Benoa, Bali, 7–9 Agustus 2026.
"Melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, BKI optimistis bahwa melalui penguatan fungsi klasifikasi dan penerapan standar keselamatan akan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan dunia maritim di sektor pariwisata yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu bersaing di tingkat global," ujar Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto dalam keterangan pers, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Tren Wisata Bergeser, Hotel Kini Jual Pengalaman Bukan Sekadar Kamar
BKI menandatangani MoU bersama Indonesian National Shipowners' Association (INSA), PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dalam pengembangan industri pelayaran melalui peningkatan keselamatan, kelayakan teknis, dan pengelolaan risiko maritim di sektor wisata. Penandatanganan dilakukan oleh Benny Susanto, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, dan Direktur Teknik PT Reasuransi Indonesia Utama Delil Khairat.
Dalam rangkaian yang sama, BKI juga menandatangani MoU dengan PT Tringgading Agung Pratama, PT Wisata Biru Indonesia, dan PT Pelayaran Wisata Laut Varuna Sakti untuk mendukung pengembangan industri pelayaran dan peningkatan keselamatan maritim di sektor wisata.
Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan tersebut, BKI mendukung penguatan penerapan standar keselamatan pada industri pelayaran wisata. Upaya ini diharapkan dapat mendorong terciptanya kegiatan pelayaran wisata yang lebih aman dan andal, sekaligus mendukung pengembangan industri pariwisata maritim secara berkelanjutan.


















































