loading...
Bittime mengungkapkan tren diversifikasi aset digital di kalangan investor seiring pemulihan pasar kripto. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Bittime mengungkapkan tren diversifikasi aset digital di kalangan investor seiring pemulihan pasar kripto dan meningkatnya minat terhadap berbagai instrumen investasi digital. Selain Bitcoin dan Ethereum, investor mulai melirik stablecoin hingga token saham Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi membangun portofolio.
"Investor saat ini semakin selektif dalam menentukan aset yang ingin mereka transaksikan. Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi aset utama yang banyak diperhatikan, tetapi investor juga mulai melihat peluang lain berdasarkan kondisi pasar, momentum, dan strategi masing-masing. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa pasar semakin berkembang dan investor semakin memahami bahwa setiap aset memiliki karakteristik dan peluang yang berbeda," ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn seperti dikutip pada Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Bitcoin Sempat Rebound, Investor Kembali Minati USDT dan Aset Kripto Utama
Ryan mengatakan perubahan perilaku tersebut mencerminkan semakin matangnya pasar aset digital. Investor tidak lagi hanya berfokus pada aset kripto berkapitalisasi besar, tetapi mulai mempertimbangkan diversifikasi berdasarkan peluang pasar dan profil risiko masing-masing.
Tren tersebut juga tercermin di pasar aset digital global. Berdasarkan laporan CoinShares, pada Mei 2026 Bitcoin mencatat arus dana keluar (outflow) sebesar 982 juta dolar AS, sedangkan XRP dan Solana masih membukukan arus dana masuk (inflow) masing-masing sebesar 67,6 juta dolar AS dan 55,1 juta dolar AS. Perbedaan arus dana itu menunjukkan investor tetap mencari peluang pada aset tertentu meski kondisi pasar masih berfluktuasi.

















































