4 Hal Terkait Niat Puasa Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!

17 hours ago 23

loading...

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan terkait niat puasa Ramadan yang akan kita jalankan, agar puasa Ramadan benar-benar bernilai ibadah. Foto ilustrasi/ist

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan terkait niat puasa Ramadan yang akan kita jalankan, agar puasa Ramadan benar-benar bernilai ibadah.

Sebagaimana diterangkan dalam Hadis Nabi: "Setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan bagi setiap orang apa yang dia niatkan." (HR Al-Bukhari)

Menurut Pengajar Rumah Fiqih, Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir Lc MA , niat dalam bahasa Arab adalah Al-Qashdu (bermaksud menuju sesuatu). Artinya setiap kali seseorang melakukan satu aktivitas maka bisa dipastikan ada niat yang membersamainya dalam rangka memastikan tujuannya tersebut.

4 Hal yang Penting Diketahui Terkait Niat Puasa Ramadan :

1. Membermalamkan Niat (Tabyit An-Niyyah)

Membermalamkan niat puasa Ramadan hukumnya wajib menurut pendapat mayoritas ulama. Hal ini disandarkan kepada petunjuk Rasulullah SAW:

من لم يجمع الصيام قبل الفجر، فلا صيام له

"Barang siapa yang belum berniat (untuk puasa) sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR Abu Daud)

Dalam hadis lainnya Rasulullah SAW bersabda:

من لم يبيت الصيام قبل طلوع الفجر فلا صيام له

"Barang siapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR. Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi)

Waktu malam yang dimaksud adalah luas sekali yaitu sejak terbenamnya matahari hingga sebelum Subuh. Itu artinya boleh-boleh saja bagi kita mulai meniatkan puasa pada hari esoknya setelah sholat Maghrib, atau setelah salat Isya dan tarawih, atau sebelum tidur. Sebagaimana sah juga mulai meniatkan untuk puasa sebagai sebuah ibadah untuk Allah bersamaan dengan waktu kita santap sahur.

Baca juga: 8 Tips agar Sukses Menjalani Puasa Ramadan, Kaum Muslimah Wajib Tahu

Jika sudah berniat sejak Magrib untuk berpuasa esoknya maka para ulama menegaskan bahwa niat itu tidak akan rusak dengan aktivitas kita di malam hari dengan makan, minum, tidur, atau bahkan berhubungan suami istri. Dari sini perlu perhatian bersama agar niat puasa Ramadan yang akan kita lakukan harus sudah ada minimal sebelum adzan Subuh berkumandang atau sebelum fajar tiba.

Namun, membermalamkan niat tidak berlaku dalam puasa sunnah. Artinya, tidak mengapa dan sah-sah saja niat berpuasa sunnah itu baru diniatkan walaupun di waktu Dhuha. Dengan catatan belum makan dan minum.

2. Menentukan Niat (Ta'yin An-Niyyah)

Karena puasa banyak bentuknya, maka dalam meniatkan puasa Ramadan butuh penentuan dan pengkhususan bahwa yang kita niatkan adalah Puasa Ramadan, bukan puasa lainnya. Sehingga dinilai tidak cukup jika ada seseorang yang hanya meniatkan puasa secara umum saja.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |