Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak

6 hours ago 26

loading...

Para pemain bola Timnas Maroko selalu mendatangi ibunya yang berada di tribun usai mereka memenangkan pertandingan, termasuk saat bertanding di Piala Dunia 2026 ini. Foto istimewa

Banyak yang berpendapat bahwa sepak bola seharusnya tidak dikaitkan dengan agama. Namun, ada satu hal yang sulit dipungkiri dari penampilan Timnas Maroko di Piala Dunia 2026 . Bukan semata soal kemenangan di lapangan, melainkan bagaimana para pemainnya memperlihatkan nilai-nilai Islam di hadapan jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Ulama muda Al-Azhar, Syekh Usamah Sayyid Al-Azhari, pernah mengingatkan bahwa setiap Muslim sejatinya adalah representasi agamanya. "Setiap dari kita adalah gambaran yang mengilustrasikan agama yang mulia ini di mata dunia. Maka setiap dari kita harus memperhatikan bagaimana manusia melihat agama ini melalui dirinya" ungkap Syekh Usamah.

Pesan tersebut terasa nyata dalam perjalanan T imnas Maroko . Sadar ataupun tidak, para pemain Atlas Lions menjadi wajah Islam yang disaksikan dunia. Bukan melalui pidato atau ceramah, melainkan melalui akhlak, sikap, dan perilaku mereka.

Salah satu pemandangan yang paling menyita perhatian publik dunia adalah kedekatan para pemain Maroko dengan orang tua mereka, terutama sang ibu. Seusai pertandingan, sejumlah pemain tampak memeluk, mencium, bahkan mengajak ibu mereka merayakan kemenangan di tengah lapangan.

Baca juga: Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia

Pemandangan tersebut menjadi sorotan media internasional. Seorang komentator bola asal Jerman bahkan menyebut momen itu sebagai sesuatu yang mulai langka ditemukan di masyarakat Barat.

Ia menilai ikatan keluarga di banyak negara Eropa semakin memudar. Menurutnya, para pemain Maroko justru menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran besar dalam kesuksesan mereka. Ia bahkan berharap suatu hari nanti pemain-pemain negaranya juga dapat memperlihatkan penghormatan kepada ayah dan ibu sebagaimana dilakukan para pemain Maroko.

Optimisme kepada Allah

Nilai lain yang mencuri perhatian adalah keyakinan para pemain Maroko kepada Allah SWT. Dalam berbagai wawancara, mereka tidak ragu menyebut bahwa keberhasilan yang diraih bukan semata hasil kerja keras manusia, tetapi juga pertolongan Allah.

Salah seorang pemain bahkan mengatakan, "Jika Anda bersama Allah, maka tidak ada yang tidak mungkin." ungkapan ini berseliweran di jagat medsos, beberapa hari ini.

Ucapan tersebut bukan sekadar kalimat motivasi. Pernyataan itu mencerminkan keyakinan seorang mukmin bahwa kemenangan maupun kekalahan berada dalam ketentuan Allah SWT setelah manusia berusaha sebaik-baiknya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |