loading...
Sebuah kapal tanker pengangkut nafta pertama dari AS tiba di Pelabuhan Jose, Venezuela, Jumat (23/1). FOTO/AP
CARACAS - Sebuah kapal tanker pengangkut nafta (naphtha) pertama dari Amerika Serikat (AS) tiba di Pelabuhan Jose, Venezuela, Jumat (23/1). Pengiriman bersejarah ini menandai dimulainya babak baru dalam kerja sama minyak kedua negara, menyusul tumbangnya rezim mantan Presiden Nicolás Maduro awal bulan ini.
Kapal berbendera Inggris, Hellespont Protector, yang disewa perusahaan perdagangan Vitol, membawa sekitar 460.000 barel nafta berat dari Pantai Teluk AS. Pengiriman ini merupakan realisasi perdana dari kesepakatan pasokan senilai USD2 miliar atau setara Rp33 triliun yang memungkinkan Venezuela menjual cadangan minyak mentahnya yang selama ini tertahan.
Nafta berfungsi sebagai pengencer vital bagi minyak mentah ekstra berat Venezuela yang konsistensinya mirip aspal. Tanpa bahan pencampur ini, minyak tidak dapat dialirkan melalui pipa atau diekspor. Kekurangan pengencer sempat memukul produksi, yang anjlok dari 1,16 juta barel per hari (bph) pada November lalu menjadi sekitar 880.000 bph awal Januari.
Baca Juga: Klaim Mengejutkan Presiden Venezuela soal Penculikan Maduro: '15 Menit untuk Patuh atau Dihabisi AS'
Pasokan ini mengalir setelah operasi militer AS yang menangkap Maduro pada 3 Januari. Pemerintah AS dan otoritas transisi Venezuela kemudian menyepakati kerja sama yang memberi wewenang kepada pedagang komoditas Vitol dan Trafigura untuk memasarkan minyak Venezuela, dengan imbal pasokan pengencer yang stabil.
Reuters melaporkan, hingga 21 Januari, sekitar 7,8 juta barel minyak Venezuela telah diekspor berdasarkan kesepakatan baru ini. Namun, sumber industri menyebut kecepatannya masih di bawah proyeksi akibat penumpukan stok dan kendala infrastruktur yang rusak setelah bertahun-tahun di bawah sanksi.


















































