Tutorial Praktis Memulai Investasi Crypto dari Nol di 2026

7 hours ago 22

loading...

Foto: Dok. Reuters

JAKARTA - Investasi crypto semakin populer di tahun 2026 karena aksesnya kian mudah dan fiturnya semakin lengkap. Namun demikian, banyak orang masih ragu memulai karena merasa kurang paham atau takut rugi. Padahal, jika memahami langkah dasarnya dan memilih platform yang tepat, investasi crypto bisa dimulai secara bertahap, terukur, dan lebih aman.

Salah satu platform terpercaya yang bisa kamu gunakan adalah Pintu. Aplikasi ini memiliki tampilan yang sederhana sehingga investor pemula tidak mengalami kesulitan. Selain itu, Pintu menawarkan investasi berbentuk aset crypto, emas crypto hingga saham tertokenisasi yang memungkinkan kamu membeli saham luar negeri seperti Google, Microsoft, Meta, Apple, dll.

Jika sekarang ini kamu tertarik mencoba aset populer seperti XRP, sebaiknya pahami dulu cara beli ripple agar kamu mengetahui proses pembelian, biaya transaksi, serta cara menyimpannya. Namun sebaiknya sebelum membeli aset crypto kamu harus melakukan analisa fundamental dan teknikal.

Dengan pemahaman tersebut, kamu tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami dasar investasi crypto secara lebih rasional dan terencana. Karena sifat dasar crypto memiliki volatilitas, sehingga memiliki resiko yang lebih besar.

Perkembangan teknologi blockchain membuat transaksi aset digital semakin cepat dan transparan. Selain itu, regulasi yang semakin jelas juga meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap industri ini. Meski begitu, kamu tetap perlu membekali diri dengan pemahaman yang cukup sebelum menaruh dana pertama.

Tutorial Praktis Memulai Investasi Crypto

Berikut ini tutorial praktis memulai investasi crypto dari nol di 2026 yang bisa kamu ikuti langkah demi langkah, diantaranya adalah:

1. Pahami dulu apa itu Crypto dan Cara Kerjanya

Sebelum membeli aset apa pun, kamu harus memahami konsep dasarnya. Crypto adalah aset digital yang berjalan di atas teknologi blockchain. Blockchain sendiri adalah sistem pencatatan terdesentralisasi yang membuat transaksi lebih transparan dan sulit dimanipulasi.

Sebagai contoh, Bitcoin dikenal sebagai aset crypto pertama dan paling populer. Sementara itu, Ethereum tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga mendukung berbagai aplikasi digital terdesentralisasi.

Dengan memahami fungsi dan karakteristik masing-masing aset, maka kamu bisa menentukan mana yang sesuai dengan tujuan investasi.

2. Tentukan Tujuan dan Strategi Sejak Awal

Setelah memahami dasarnya, maka langkah yang harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan investasi. Apakah kamu ingin menabung jangka panjang, trading jangka pendek, atau sekadar mencoba pengalaman baru?

Jika tujuan kamu adalah investasi jangka panjang, maka kamu bisa fokus pada aset dengan fundamental kuat dan komunitas besar. Namun jika kamu tertarik pada pergerakan harga harian, kamu perlu mempelajari analisis teknikal serta manajemen risiko yang lebih ketat.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |