loading...
Bulan puasa bukan alasan untuk mengendurkan pola hidup sehat. Foto/SINDOnews.
JAKARTA - Bulan puasa bukan alasan untuk mengendurkan pola hidup sehat. Justru, momen Ramadan bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan seimbang dan pengaturan aktivitas fisik yang tepat.
Binaragawan sekaligus pakar kebugaran, Ade Rai , dikenal konsisten menerapkan prinsip nutrisi seimbang, termasuk saat Ramadan. Menurutnya, kunci utama saat berbuka puasa adalah mengembalikan energi tubuh secara bertahap tanpa membuat sistem pencernaan “kaget”.
Melalui kanal YouTube Dunia Ade Rai, Minggu (1/3/2026), ia membagikan sejumlah tips sehat saat buka puasa agar tubuh tetap bugar selama bulan Ramadan. Berikut rangkumannya:
1. Olahraga Ringan Sebelum Berbuka
Ade Rai menyarankan untuk melakukan olahraga ringan menjelang waktu berbuka. Tidak perlu latihan berat, cukup gerakan kardio ringan namun konsisten.
“Jadi sebelum buka, kita cardio exercise dulu. Nah cardionya bisa pilih, mau pakai alat bantu atau pakai skipping aja,” ungkap Ade Rai.
Ia menjelaskan bahwa berolahraga sebelum berbuka merupakan waktu yang tepat untuk membakar lemak. Setelah berpuasa lebih dari 10 jam, kadar gula darah mulai menurun sehingga tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi.
2. Buka Puasa dengan Lemak dan Serat
Ade Rai juga menyarankan agar saat berbuka, hindari langsung mengonsumsi karbohidrat. Sebaliknya, utamakan makanan yang mengandung lemak sehat dan serat.
Menurutnya, konsumsi karbohidrat saat gula darah rendah dapat memicu lonjakan gula darah yang drastis. Kondisi ini membuat pankreas melepaskan insulin dalam jumlah besar atau yang dikenal dengan istilah insulin spike, yang kerap menyebabkan rasa kantuk setelah berbuka.
“Problem buka puasa dengan karbohidrat saat masuk ke gula kita, saat gula tinggi otomatis pankreas kita akan merilis yang namanya insulin, dan itu bisa menyebabkan insulin spike, makanya kalau habis buka sering pada ngantuk semua,” jelasnya.


















































