Tim Jaksa AS Labeli Huawei Sindikat Kriminal dalam Persidangan di New York

4 hours ago 34

loading...

Huawei, perusahaan raksasa teknologi China. Perusahaan ini tengah menghadapi persidangan di AS di tengah rivalitas teknologi yang memanas antara Washington dan Beijing. Foto/via Money Control

JAKARTA - Raksasa teknologi China, Huawei, tengah menghadapi persidangan di Amerika Serikat (AS) di tengah rivalitas teknologi yang memanas antara Washington dan Beijing.

Persidangan ini resmi dibuka di pengadilan federal Brooklyn, New York, pada 9 September, dengan jaksa penuntut AS menggambarkan Huawei sebagai sebuah sindikat kriminal yang menghabiskan waktu selama dua dekade untuk mencuri teknologi dari perusahaan-perusahaan Amerika, memperdaya pihak perbankan, serta meretas sanksi ekonomi terhadap Iran.

Baca Juga: Huawei dan Jejak Pengaruh China di Jantung Demokrasi Eropa

Huawei menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut. Pihak perusahaan menegaskan bahwa pemerintah AS berupaya mengubah perselisihan bisnis biasa dan tindakan individu karyawan menjadi bukti adanya konspirasi di tingkat korporasi.

Mengutip dari Al Jazeera, Rabu (23/9/2026), persidangan ini diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan bertepatan dengan rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington pekan ini, di mana isu perdagangan, kecerdasan buatan (AI), tarif, serta akses terhadap teknologi kritis diprediksi menjadi agenda utama.

Baca Juga: Ini Respons Huawei atas Tuduhan Suap pada Parlemen Eropa

Rincian Dakwaan terhadap Huawei

Jaksa penuntut Amerika Serikat mengindikasi Huawei atas serangkaian tuduhan berat, mulai dari pemerasan (racketeering), pencucian uang, penipuan bank dan kawat, pelanggaran sanksi, penghalangan proses hukum, hingga konspirasi mencuri rahasia dagang dari lima perusahaan teknologi asal AS. Jaksa menyatakan bahwa dugaan tindakan pidana ini berlangsung dari rentang tahun 1999 hingga 2020.

"Pencurian, kebohongan, penutupan fakta," tegas pengacara Departemen Kehakiman AS, Taylor Stout, dalam pernyataan pembukanya di persidangan.

Selain itu, otoritas Amerika menuduh Huawei menyembunyikan sifat operasinya di Iran untuk mengalirkan mata uang Dolar AS melalui sistem keuangan global di tengah sanksi yang berlaku. Pemerintah AS juga mengeklaim bahwa Huawei memasok peralatan teknis yang membantu otoritas Iran dalam memantau para demonstran selama gelombang protes di negara tersebut pada tahun 2009.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |