loading...
Perkumpulan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM) bersama Human Resources Directors Indonesia (HRDI) menyelenggarakan forum eksklusif bertajuk Rally & Connect dengan dukungan strategis ELSA Speak. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Perkumpulan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM) bersama Human Resources Directors Indonesia (HRDI) menyelenggarakan forum eksklusif bertajuk Rally & Connect dengan dukungan strategis ELSA Speak. Kegiatan yang memadukan olahraga padel dan diskusi strategis ini diikuti lebih dari 30 pimpinan senior SDM dari berbagai sektor, mulai dari BUMN, korporasi nasional, perusahaan multinasional, hingga unicorn dan perusahaan teknologi.
Forum tersebut menjadi ruang dialog mengenai transformasi peran SDM di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja. Managing Director ELSA Speak, Yasser Muhammad Syaiful, mengungkapkan bahwa meski 93 persen profesional di Indonesia telah terekspos AI, kesiapan organisasi dari sisi data, pengembangan kompetensi, serta pola pikir karyawan masih memerlukan penguatan.
"Memasuki 2026, HR dituntut untuk bergerak lebih cepat dan berbasis data. Perusahaan tidak lagi cukup hanya berinvestasi pada sistem atau teknologi, tetapi juga pada kesiapan manusia. Kebutuhan terbesar HR ke depan adalah membangun talenta yang adaptif, mampu berpikir kritis, dan siap bekerja berdampingan dengan AI," ujar Ketua PMSM Indonesia Dudi Arisandi, yang juga merupakan Chief People Officer PT Global Tiket Network dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Polisi Tangkap Pria Pembuat 500.000 Gambar Artis Telanjang Pakai AI
Sejalan dengan itu, laporan World Economic Forum menyebutkan kompetensi kunci hingga 2030 meliputi pemikiran analitis dan kreatif, literasi teknologi, serta penguasaan AI dan data besar. Dalam konteks global, kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa Inggris dinilai menjadi medium penting untuk mengoptimalkan kompetensi tersebut di lingkungan kerja lintas negara.


















































