Siapa Uday Rabie? Warga Palestina yang Berani Mendemo Hamas hingga Diculik serta Disiksa hingga Tewas

1 day ago 18

loading...

Uday Rabie, warga Palestina yang berani demo Hamas dan diculik dan tewas. Foto/CNN

GAZA - Uday Rabie, seorang pria Palestina berusia 22 tahun disiksa dan dibunuh oleh pejuang Hamas setelah ia mengkritik kelompok tersebut di depan umum dan berpartisipasi dalam protes anti-Hamas yang jarang terjadi di Gaza.

"Uday Rabie diculik minggu lalu oleh puluhan pejuang bersenjata dari sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, di lingkungan Tal al-Hawa di Kota Gaza," kata saudaranya Hassan Rabie kepada CNN pada hari Selasa.

Hassan mengatakan saudaranya bertengkar dengan anggota kelompok tersebut sekitar sebulan sebelum kematiannya dan telah menyatakan kekhawatiran bahwa Hamas akan mendatanginya.

Siapa Uday Rabie? Warga Palestina yang Berani Mendemo Hamas hingga Diculik serta Disiksa hingga Tewas

1. Ikut Demonstrasi Anti-Hamas

Uday Rabie juga berpartisipasi bersama ribuan orang lainnya dalam protes anti-Hamas dan anti-perang yang berlangsung di daerah kantong itu awal minggu lalu, kata saudaranya. Rabie berdemonstrasi di lingkungan al-Rimal di Kota Gaza, kata Hassan, meneriakkan "Tidak untuk Hamas" selama demonstrasi.

Protes anti-Hamas yang langka terjadi di Gaza utara seminggu setelah serangan Israel baru-baru ini di jalur itu dan blokade berkepanjangan terhadap semua bantuan kemanusiaan terus berlanjut. Para peserta mengatakan kepada CNN bahwa mereka menyalahkan Israel dan Hamas, yang menguasai Gaza, atas kehancuran yang mereka hadapi.

Jumat lalu, sekelompok pria bersenjata yang berafiliasi dengan Brigade Al-Qassam menculik dan kemudian menyiksa Rabie, kata Hassan. Pria Palestina itu dibawa keluar jalan, beberapa hari setelah ia berunjuk rasa.

"Mereka membawanya, mereka terus menyiksanya," kata Hassan kepada CNN. "Mereka kemudian menelepon saya dan berkata: datang dan tangkap saudaramu."

“Dia masih hidup” saat Hamas mengembalikannya, kata Hassan. Rabie hanya mengenakan celana dalam dan para pejuang mengikatnya di leher dengan tali, menyeretnya, dan memukulinya,” Hassan menambahkan.


2. Diancam Brigade Al Qassam karena Melawan Hamas

“Mereka menyerahkannya kepada saya, dan mengatakan kepada saya, dengan kata-kata ini: Ini adalah nasib setiap orang yang tidak menghormati Brigade Al-Qassam dan berbicara buruk tentang mereka,” kata Hassan.

Hassan mengatakan dia menjemput saudaranya yang terluka dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Rekaman yang dibagikan di media sosial menunjukkan Rabie terbaring di ranjang rumah sakit, penuh luka dan memar besar yang membentang di sepanjang lengan, punggung, dan kakinya. Hassan mengonfirmasi keaslian video tersebut, dan mengatakan pria di ranjang itu memang saudaranya.

Rabie meninggal tak lama setelah dibawa ke rumah sakit, katanya.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |