Seteru Arab Saudi dan UEA Meruncing, Dikhawatirkan Munculkan Krisis Baru di Teluk

7 hours ago 22

loading...

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed. Arab Saudi dan UEA saat ini sedang berseteru. Foto/X @KSAmofaEN

RIYADH - Kampanye media Arab Saudi yang menargetkan Uni Emirat Arab (UEA) telah memperuncing perselisihan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Ini memicu kekhawatiran akan munculnya krisis baru di kawasan Teluk.

Tuduhan keras tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan pengkhianatan telah beredar selama berminggu-minggu di media pemerintah Arab Saudi dan media sosial setempat setelah konflik singkat di Yaman, di mana serangan udara Riyadh meredam serangan separatis yang didukung UEA.

"Uni Emirat Arab berinvestasi dalam kekacauan dan mendukung separatis dari Libya hingga Yaman dan Tanduk Afrika," demikian tuduhan TV Al-Ekhbariya Arab Saudi dalam sebuah laporan pekan lalu.

Baca Juga: Eks Dewan Syura Arab Sudi Sebut UEA Kuda Troya Zionis Israel di Dunia Arab

Kecaman semacam itu belum pernah terdengar di Teluk sejak Arab Saudi dan UEA memimpin blokade diplomatik dan perdagangan terhadap Qatar selama lebih dari tiga tahun karena perbedaan politik yang dimulai pada tahun 2017.

Dalam keadaan normal, monarki-monarki Teluk berusaha keras untuk memproyeksikan citra perdamaian dan stabilitas. "Tetapi sekarang poin-poin gesekan yang telah lama ada terungkap secara terbuka dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata analis keamanan Teluk, Anna Jacobs, kepada AFP, Senin (26/1/2026).

"Saling menyerang di media sosial mengingatkan banyak dari kita pada keretakan Teluk terakhir... Sekarang Riyadh menyoroti masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda," paparnya.

Namun, sejauh ini, Abu Dhabi sebagian besar tetap diam, dengan profesor ilmu politik Emirat Abdulkhaleq Abdulla mengatakan: "UEA tidak terbiasa memprovokasi kakak besar kami."

Kedua negara tetangga ini adalah sekutu tradisional dengan ekonomi yang sangat terkait, dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dianggap sebagai mentor bagi Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |