Setahun Demo Berdarah Agustus 2025, George Soros, dan Kurawal

2 hours ago 31

loading...

Massa demonstran berhadapan dengan pasukan polisi antihuru-hara saat demo besar di Indonesia, Agustus 2025 . Media Rusia menduga miliarder George Soros dalangi demo ricuh. Foto/SINDOnews.com

JAKARTA - Pada 25 Agustus hingga 9 September 2025 terjadi rangkaian unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di sejumlah wilayah Republik Indonesia. Unjuk rasa awalnya dipicu oleh pemberian tunjangan bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang dinilai mengabaikan kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat.

Selain itu terjadi kenaikan pajak bumi dan bangunan di beberapa daerah serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup. Puncaknya, terjadi unjuk rasa yang diikuti kerusuhan. Rumah sejumlah anggota DPR-RI dan pejabat didatangi massa.

Baca Juga: Media Rusia: Miliarder Yahudi George Soros Diduga Dalangi Demo Ricuh di Indonesia

Korban jiwa pun jatuh, disebutkan ada 6 korban tewas, ribuan orang ditahan, ratusan orang terluka. Hasilnya, sejumlah kebijakan diubah termasuk soal tunjangan anggota DPR-RI.

Dalam berbagai ulasan media asing, disebut-sebut adanya peran aktor luar negeri sebagai pendana yakni Open Society Foundations yang dibiayai miliarder George Soros. Analis Swiss, Angelo Giuliano yang diwawancara media Rusia, Sputnik, 1 September 2025 mengatakan bahwa dana berasal dari Open Society Foundations (OSF).

“OSF milik George Soros sudah beroperasi sejak 1990-an mengeluarkan biaya miliaran dolar AS secara global. OSF mendukung sejumlah kelompok termasuk TIFA yang berkontribusi dalam dinamika sosial politik di Indonesia,” ungkap Giuliano.

OSF, melalui lembaga lokal, Kurawal Foundation juga meluncurkan Dana Cepat Tanggap Darurat (DCTD) untuk mendukung organisasi masyarakat sipil dalam menyuarakan keberatan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak demokratis.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |