Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas

4 hours ago 21

loading...

Satria Kumbara dikabarkan tewas. Foto/Ist

MOSKOW - Seperti dikabarkan di berbagai akun media sosial, Satria Kumbara, eks Marinir TNI AL Republik Indonesia, dikabarkan tewas di medan perang. Nmaun, kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi dari berbagai pihak baik di Rusia atau pun Ukraina.

Selain itu, tidak ada kabar resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atau instansi lainnya mengenai kebenaran wafatnya Satria Kumbara.

"Kabarnya dia (Satria) tidak selamat, ketika diobati oleh tim medis selang beberapa jam tim dari pihak Ukraina menyerbu lokasi di mana dia dirawat," demikian narasi yang beredar di media sosial. Dinarasikan bahwa menurut tentara organik, Satria dinyatakan tewas dan dimakamkan di Provsk. Itu berdasarkan tentara organik kavaleri.

SindoNews berusaha mencari informasi mengenai kebenaran dan fakta informasi tersebut di berbagai situs berita Rusia dan Ukraina. Namun, informasi tersebut tidak ditemukan.

Sebelumnya pada Juli tahun lalu, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah sedang mencari jalan terbaik terkait mantan prajurit Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara . Satria Arta meminta agar dipulangkan ke Indonesia dan memohon agar status Warga Negara Indonesia (WNI) tidak dicabut. Satria bahkan mengaku menyesal menjadi tentara bayaran Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Sebelumnya, melalui akun TikTok @zstorm689, Satria menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Dalam video itu, Satria mengaku menyesal dan meminta maaf karena tidak memahami konsekuensi dari menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia, yang menyebabkan hilangnya status kewarganegaraan Indonesia miliknya.

“Mohon izin, Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya kewarganegaraan saya,” ujar Satria dalam video tersebut.

Sebelumnya, Satria Arta Kumbara telah menyampaikan pesan terbuka kepada pemerintah Indonesia bahwa dia menyesal telah menjadi tentara bayaran Rusia dalam perang melawan Ukraina. Gajinya mencapai Rp39 juta per bulan.

Pesan Satria disampaikan melalui akun TikTok @zstorm689 pada hari Minggu, yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Dia meminta maaf karena ketidaktahuannya meneken kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia berkonsekuensi berat.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |