Saat Banyak Negara NATO Tak Mau Berkonflik dengan Rusia, Kenapa Inggris Tetap Bantu Ukraina?

4 hours ago 20

loading...

Saat banyak negara NATO tak mau berkonflik dengan Rusia, inggris tetap ngotot bantu Ukraina. Foto/X

LONDON - Andy Burnham berjanji untuk terus menekan Rusia meskipun ada "ancaman keterlaluan" dari Moskow, dalam kunjungan resmi pertamanya ke Ukraina sebagai Perdana Menteri Inggris.

Burnham bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan memimpin pertemuan pertama "koalisi negara-negara yang bersedia" yang dibentuk oleh Inggris dan Prancis di bawah pendahulunya, Sir Keir Starmer.

Ia mengatakan koalisi tersebut "melakukan segala upaya yang kami bisa" sembari mendesak Kongres AS untuk "meningkatkan" tekanan ekonomi terhadap Rusia.

Pemerintah telah setuju untuk menyerahkan cetak biru komponen buatan Inggris untuk rudal Scalp—versi Prancis dari rudal jelajah Storm Shadow milik Inggris—yang memungkinkan Ukraina memproduksi senjata jarak jauh tersebut di dalam negeri.

Burnham mengatakan sekutu melakukan "segala upaya yang kami bisa" untuk "mengambil dari stok kami sendiri dan membantu pihak lain mengambil dari stok mereka" terkait sistem pertahanan udara guna melindungi Ukraina.

"Ini adalah saatnya untuk terus menekan Rusia, saatnya untuk membatasi kemampuan mereka dalam mendanai perang ilegal ini," kata Burnham, seraya memuji "ketangguhan" rakyat Ukraina.

"Ukraina telah menjadi pelindung Eropa; bukan beban bagi keamanan kita, melainkan garda terdepan dalam menjaga keamanan Eropa."

Hal ini terjadi setelah juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengkritik keputusan Inggris untuk membagikan cetak biru rudal tersebut. Peskov mengatakan langkah itu menghalangi "kemajuan sekecil apa pun" menuju perdamaian.

Ia mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa militer Rusia sedang mengumpulkan data untuk melacak lokasi produksi rudal guna menghancurkannya.

"Inggris terlibat dalam perang ini di pihak rezim Kyiv. Inggris secara sistematis dan terus-menerus memperparah situasi," tambahnya, dilansir BBC.

Menanggapi hal itu, Burnham berkata: "Siapa yang memulai api itu? Itulah pertanyaannya, bukan?"

Ia mengatakan masalah rudal pencegat akan menjadi topik utama dalam pertemuan koalisi tersebut. Dalam wawancara dengan BBC Newsnight, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Fedorov mengatakan bahwa Inggris bisa menghadapi respons "semi-militer" sebagai balasan atas tindakannya membagikan cetak biru militer kepada Ukraina, namun ia menegaskan bahwa hal itu "bukan dilakukan oleh Rusia, melainkan oleh pihak-pihak yang tidak diketahui".

"Sesuatu mungkin saja terjadi pada perusahaan atau pabrik yang memproduksi drone untuk Ukraina," ujar Fedorov.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |