Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump

19 hours ago 23

loading...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertengkar dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Foto/anadolu

MOSKOW - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memainkan "permainan berbahaya" dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan menuduh Moskow mencoba menghancurkan proses perdamaian, menurut Wakil Utusan Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky kepada RT.

“Kiev terus melanggar gencatan senjata yang ditengahi Washington dalam serangan terhadap infrastruktur energi, bukan Moskow,” ujar Polyansky.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu (2/4/2025) bahwa Ukraina telah menargetkan infrastruktur energinya setiap hari meskipun Moskow dan Washington mengumumkan jeda 30 hari atas serangan semacam itu pada 18 Maret dan Kiev mengatakan mereka mendukung inisiatif tersebut.

Namun, Zelensky sebelumnya menyalahkan Rusia karena melanggar gencatan senjata, dengan mengklaim Moskow "mengejek" upaya perdamaian dan ingin memperpanjang konflik.

Selama wawancaranya dengan RT pada hari Kamis, Polyansky mengatakan "penyangkalan dan klaim palsu" adalah "taktik favorit" pemimpin Ukraina.

Utusan itu menegaskan, "Bukti-bukti yang ada telah membuktikan bahwa dia tidak benar; klaimnya salah."

Dia menambahkan, Rusia telah memberikan bukti yang luas kepada AS tentang pelanggaran berulang-ulang Kiev terhadap gencatan senjata.

"Zelensky setiap hari melanggar perjanjian ini dan berpura-pura Rusia-lah yang melakukannya, tetapi saya pikir Amerika memiliki fakta di tangan mereka dan mereka memiliki kemungkinan teknis untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi," ungkap dia.

"Jadi ini adalah permainan berbahaya yang coba dia mainkan dengan pemerintahan Trump, tetapi itu terserah dia, tentu saja. (Zelensky) adalah seorang aktor; dia suka bermain-main," papar Polyansky.

“Zelensky, yang tetap berkuasa meskipun masa jabatannya secara resmi berakhir Mei lalu, tidak ingin upaya perdamaian apa pun berhasil karena ini berarti dia harus mengadakan pemilihan umum dan kehilangan kekuasaan, pada akhirnya. Dan juga dia memiliki banyak peluang untuk dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dia lakukan dan atas uang yang telah dia curi dari bantuan Barat," ungkap Polyansky.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |