Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara

7 hours ago 44

loading...

Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga mendekati level Rp17.900 per dolar AS. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga mendekati level Rp17.900 per dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan kebutuhan valas domestik. Bank Indonesia (BI) memastikan akan memperkuat langkah stabilisasi untuk meredam volatilitas di pasar keuangan.

"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas,” ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Rupiah Kian Merana, Dolar AS Tembus Rp17.880 Sore Ini

BI menjelaskan pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko pasar global. Kondisi tersebut diperparah oleh lonjakan permintaan dolar AS di dalam negeri yang tidak diimbangi pasokan memadai.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, bank sentral menegaskan komitmennya untuk terus hadir di pasar keuangan secara berkelanjutan. Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, baik di pasar domestik maupun internasional. "Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," kata Denny.

Langkah stabilisasi tersebut ditempuh melalui optimalisasi intervensi di pasar valas, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |