Rencana Penambahan Layer Tarif Cukai Baru Rokok Berpotensi Menggerus Basis Pajak

3 days ago 42

loading...

Rencana Menteri Keuangan yang akan melakukan penambahan lapisan tarif di segmen murah atau sigaret kretek mesin (SKM) layer 3 dipandang merupakan kebijakan yang penuh paradoks. Foto/Dok

JAKARTA - Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan melakukan penambahan lapisan tarif cukai di segmen murah atau sigaret kretek mesin (SKM) layer 3 dipandang merupakan kebijakan yang penuh paradoks. Kebijakan itu dinilai memberi legalisasi terhadap rokok ilegal .

Direktur Eksekutif Indodata Research Center, Danis Saputra berpendapat Langkah itu berpotensi munculnya trade-off kompleks dalam perdagangan rokok sebagai dampak penambahan layer (lapisan tarif cukai murah, layer kelas atau setara segmen harga rendah-menengah) dalam sistem multi-layer yang ada. Sebagai bagian dari target fiskal, rencana itu juga bertolak belakang dengan realitas pasar.

"Meski bertujuan meningkatkan penerimaan, kebijakan ini justru berisiko memicu pergeseran konsumsi ke pasar ilegal atau turun kelas, yang pada akhirnya bisa menggerus basis pajak itu sendiri," kata Danis di Jakarta, Kamis (22/1).

Baca Juga: Layer Cukai Rokok Bakal Ditambah, Gappri Usulkan 2 Hal Ini ke Menteri Purbaya

Menurut Danis, kesehatan publik bertolak belakang dengan kesehatan ekonomi lokal. Di satu sisi, pemerintah ingin mengurangi konsumsi, tetapi di sisi lain rencana layer 3 justru mengancam ribuan lapangan kerja di sektor formal dan rantai pasoknya.

"Jika rencana itu diwujudkan, maka kebijakan tersebut cenderung meminggirkan pemain kecil dan menengah, yakni golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang justru sering menjadi penyerap tenaga (padat karya) kerja di daerah, dan berpotensi menciptakan oligopoli yang tidak sehat," tegas Danis.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |