Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal

1 day ago 29

loading...

Program Visit Nepal Year in China dengan janji mendatangkan 500.000 wisatawan China ke Nepal gagal tercapai. Sebaliknya, kunjungan wisatawan justru menyusut. Foto/Kathmandu Post

JAKARTA - Pada Juni 2024, dalam putaran ke-16 mekanisme konsultasi diplomatik Nepal–China di Kathmandu, Beijing menyatakan komitmen untuk mempromosikan Nepal sebagai destinasi utama wisatawan China dan menetapkan 2025 sebagai Visit Nepal Year in China.

Secara informal, para pejabat senior China bahkan menjanjikan kedatangan setidaknya 500.000 wisatawan China. Namun realitas berbicara sebaliknya. Di balik gemuruh diplomasi, kunjungan wisatawan China justru mencatat pertumbuhan negatif.

Sepanjang 2025, Nepal hanya menerima sedikit di atas 1 juta wisatawan internasional, untuk ketiga kalinya sejak pandemi, dengan pertumbuhan tahunan tipis sekitar 1 persen. Harapan bahwa dorongan Beijing akan menjadi suntikan vital bagi sektor pariwisata Nepal yang rapuh perlahan memudar.

Baca Juga: Proyek China di Nepal Berulang Kali Terseret Korupsi, Ada Apa?

Data Nepal Tourism Board menunjukkan kedatangan wisatawan China turun 6,3 persen secara tahunan menjadi 95.480 orang. Angka ini jauh dari ekspektasi yang dibangun setahun sebelumnya.

“Apa yang salah sebenarnya jelas,” kata Mani Raj Lamichhane, Direktur Nepal Tourism Board.

“Segmen pemasaran dan promosi dirancang dengan buruk. Kami memang melakukan promosi di berbagai kota di China, tetapi gagal menciptakan permintaan,” sambungnya, dikutip dari The Kathmandu Post, Selasa (6/1/2026).

Diplomasi Budaya yang Tak Berujung Dampak

Pada Desember 2024, Nepal dan China menerbitkan pernyataan bersama untuk mendukung berbagai inisiatif promosi pariwisata, mulai dari festival budaya hingga ajang olahraga dan film. Namun sebagian agenda tersebut batal menyusul gelombang protes Gen Z pada September.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |