Pemerintah Perlu Fokuskan Reformasi Kebencanaan, Mulyanto PKS: Tak Perlu Merger Besar-Besaran

8 hours ago 25

loading...

Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto. Foto: Dok PKS

JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak perlu menggabungkan semua Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto berpendapat, yang lebih tepat cukup dengan mengintegrasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke dalam BMKG.

Dia menegaskan, fokus utama pemerintah seharusnya bukan sekadar melakukan merger kelembagaan, tetapi memperkuat kapasitas negara dalam pengelolaan, pemantauan, mitigasi, dan peringatan dini bencana. “Jangan sampai semangat memperkuat mitigasi bencana justru berubah menjadi merger besar-besaran yang tidak perlu. Yang kita butuhkan adalah penguatan kelembagaan kebencanaan secara tepat sasaran,” ujar Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2026).

Dia menilai PVMBG memiliki fungsi yang sangat dekat dengan mandat kebencanaan BMKG. PVMBG menangani pemantauan gunung api, gerakan tanah, serta mitigasi bencana geologi. Sementara BMKG menangani gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem, meteorologi dan klimatologi.

Baca juga: Prabowo Pertimbangkan Integrasikan Badan Geologi dengan BMKG

“Secara fungsi, PVMBG dan BMKG memang berada dalam satu rumpun besar pemantauan dan peringatan dini bencana. Karena itu, integrasi keduanya jauh lebih masuk akal dibandingkan menarik seluruh Badan Geologi ke BMKG,” kata Mulyanto, yang Anggota Komisi Energi DPR periode 2019-2024.

Dia mengingatkan bahwa Badan Geologi memiliki tugas yang jauh lebih luas dan tidak seluruhnya berkaitan dengan kebencanaan. Di dalamnya terdapat fungsi survei geologi, sumber daya geologi, air tanah, geologi lingkungan, serta dukungan terhadap kebijakan energi dan sumber daya mineral.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |