Pakar Peringatkan AS Tak Gegabah Serang Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle, Ini 3 Alasannya

12 hours ago 34

loading...

Para pakar memperingatkan AS agar tak gegabah mengerahkan rudal hipersonik Dark Eagle ke Timur Tengah untuk menyerang Iran. Foto/X @ConflictXtweets

WASHINGTON - Para pakar telah memperingatkan militer Amerika Serikat (AS) agar tidak gegabah menyerang Iran dengan rudal hipersonik Dark Eagle. Menurut mereka, Presiden Donald Trump harus berpikir dengan cermat sebelum mengerahkan senjata canggih tersebut ke Timur Tengah.

Sekadar diketahui, Komando Pusat AS atau CENTCOM sedang berupaya menempatkan rudal hipersonik Dark Eagle di Timur Tengah. Menurut laporan Bloomberg News, penempatan senjata itu diharapkan dapat digunakan untuk menyerang infrastruktur rudal balistik yang terletak jauh di dalam wilayah Iran.

Baca Juga: AS Diduga Akan Serang Iran Lagi, Kali Ini dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle

Jika upaya CENTCOM benar-benar terealisasi, ini akan menandai penempatan pertama rudal hipersonik AS—yang proyeknya sebenarnya masih tertunda dan belum sepenuhnya beroperasi, berbeda dengan sistem rudal rival yang sudah beroperasi di Rusia dan China.

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa dokumen "Request for Forces" menguraikan bahwa peluncur rudal Iran telah dipindahkan ke luar jangkauan serangan Precision Strike Missile (PSM) atau Rudal Serangan Presisi, yang memiliki jangkauan lebih dari 300 mil.

Menurut para pakar, ada tiga alasan mengapa Trump harus menahan diri dari mengerahkan rudal hipersonik Dark Eagle ke Timur Tengah.

Salah satu alasan utama adalah risiko meningkatnya konflik dengan memprovokasi Iran. “Karena senjata-senjata ini sering dianggap membawa hulu ledak nuklir—meskipun tidak dalam kasus ini—hal itu dapat dianggap, bahkan jika salah, sebagai langkah besar untuk memenuhi ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban Iran,” kata James Pattison, profesor politik di Universitas Manchester, kepada The i Paper, yang dilansir Minggu (3/5/2026).

Dr Sidharth Kaushal, peneliti senior di Royal United Services Institute, mengatakan kepada The i Paper bahwa pengerahan senjata semacam itu dapat membawa pesan ganda: peringatan yang ditujukan kepada kepemimpinan Iran, atau sinyal yang lebih tidak langsung kepada China dan Rusia tentang kemampuan AS.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |