Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz

6 hours ago 29

loading...

Negara tetangga Indonesia ini gabung Aliansi 40 negara untuk misi Pasca-perang di Selat Hormuz. Foto/X/@WarshipCam

TEHERAN - Menteri Pertahanan Australia Richard Marles berbicara dengan rekan-rekannya dari lebih dari 40 negara, menegaskan kembali dukungan diplomatik, ekonomi, dan militer kolektif untuk kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Marles mengatakan Australia akan mendukung misi militer multinasional yang “independen dan sepenuhnya defensif” untuk memastikan navigasi bebas di selat tersebut, yang akan dipimpin oleh Inggris dan Prancis.

Australia akan menyumbangkan pesawat pengintai E-7A Wedgetail mereka untuk misi tersebut.

“Kami ingin melihat konflik ini berakhir, Selat Hormuz terbuka dan kebebasan navigasi dilanjutkan. Semakin lama konflik ini berlangsung, semakin signifikan dampaknya terhadap Australia,” katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Jazeera.

Sebelumnya, menteri pertahanan Jepang hadir dalam pembicaraan untuk mengamankan Hormuz pasca-perang, tetapi tidak memberikan komitmen. Pertemuan lebih dari 40 menteri pertahanan yang membahas rencana pasca-perang untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz. Misi militer multinasional akan dipimpin oleh Inggris dan Prancis.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi berpartisipasi dalam pertemuan tersebut dan menggambarkan jalur air strategis itu sebagai "barang publik internasional". Ia menyerukan agar stabilitas di selat tersebut dipulihkan sesegera mungkin.

Koizumi mengatakan bahwa agar misi multinasional berhasil, penting untuk adanya "gencatan senjata berkelanjutan antara AS dan Iran", komunikasi dengan Iran mengenai misi tersebut, dan "pengurangan ancaman di tingkat operasional".

Koizumi juga menjelaskan bahwa partisipasinya dalam pembicaraan tersebut tidak "menyiratkan partisipasi Jepang dalam misi multinasional".

Sementara itu, lebih dari 40 negara diperkirakan akan bergabung dalam pertemuan virtual para menteri pertahanan, yang dipimpin bersama oleh Menteri Pertahanan Inggris John Healey dan menteri Prancis Catherine Vautrin, dalam apa yang digambarkan London sebagai pertemuan tingkat menteri pertama untuk misi multinasional yang direncanakan.

Pembicaraan ini berlangsung pada saat yang genting bagi kawasan tersebut. Meskipun gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah meredakan kekhawatiran akan eskalasi segera, ketegangan terus membara dan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz tetap sangat terbatas.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |