Nama Kak Seto Terseret Buku Viral Broken Strings, Ini Klarifikasinya!

5 hours ago 22

loading...

Kak Seto. Foto: Instagram

JAKARTA - Nama Kak Seto yang dikenal sebagai sosok ramah anak, kini dikaitkan dengan polemik buku Broken Strings yang menceritakan tentang kisah kelam Aurelie Moeremans . Di mana dalam buku itu, Aurelie mengaku menjadi korban child grooming hingga pelecehan seksual yang dilakukan oleh sosok 'Bobby'.

‎Warganet kemudian menguliti satu per satu sosok yang ada dalam buku itu, meski namanya telah disamarkan. Salah satu yang menjadi sorotan netizen adalah peran Komnas Perlindungan Anak kala itu yang dinilai tidak bertindak atas kasus yang dialami Aurelie.

‎Setelah ditelusuri, ternyata ibunda Aurelie sudah sempat melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Nasional Perlindungan Anak yang dipimpin oleh Kak Seto. Namun pihaknya mengaku tak ada tindakan dari Kak Seto bahkan tak ada respons positif sekali pun.

Baca Juga : Broken Strings Viral, Aurelie Moremans Ingin Pengalamannya jadi Pelajaran

‎Laporan tersebut diabaikan hingga akhirnya orang tua Aurelie mengumumkan ke awak media. Padahal mereka sempat berusaha selama berbulan-bulan menutupi kasus ini dari konsumsi publik.

‎Karena namanya yang terseret dan publik kecewa terhadap tindakan Kak Seto, akhirnya pemilik nama asli Seto Mulyadi itu buka suara. Di akun Instagram kaksetosahabatanak, diunggah sebuah Instagra Story berisi klarifikasi terkait isu yang beredar.

‎"Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampan dan tanggung jawab kami saat itu," jelasnya.

‎Ia meminta semua pihak untuk menyikapi pemberitaan dengan kepala dingin tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru. Ia menjelaskan bahwa kala itu pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Baca Juga : Buku Broken Strings Seret Nama Nikita Willy, Diduga Artis Arogan yang Pernah Tolak Aurelie Moeremans

‎Ia pun menegaskan agar munculnya kasus ini ke publik pada tahun 2026 sekarang, agar tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang dan mengubah fakta yang sebenarnya. Ia meminta seluruh pihak bersikap lebih bijak dan adil.

‎"Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," tulis klarifikasi tersebut.

(wur)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |