loading...
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Foto: Dok SindoNews
JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal tersebut ditetapkan PP Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 Tentang
Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Maklumat tersebut telah dikeluarkan dan ditandatangani secara resmi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada 22 September 2025.
Dalam maklumat itu, penetapan terkait Idulfitri 2026 terdapat pada berada pada poin nomor dua berdasarkan hasil hisab. “1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,” demikian keputusan dalam Maklumat PP Muhammadiyah, dikutip pada Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Respons JK soal Pernyataan Menag Nasaruddin Umar terkait Zakat
Alasan dari keputusan tersebut adalah karena Muhammadiyah mengacu kepada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal.
“Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan > 5 ° dan elongasi Bulan ≥ 8°,” demikian isi maklumat PP Muhammadiyah.
Selain itu, pertimbangan lainnya adalah Muhammadiyah menuliskan dalam maklumatnya bahwa Idulfitri di seluruh dunia bakal masuk pada 20 Maret 2026. “Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 2 0 Maret 2026 M,” demikian salah satu poin isi maklumat PP Muhammadiyah.
(rca)


















































