loading...
Kenapa masjid ini menjadi saksi peristiwa Isra Mikraj? Karena Masjid Al Aqsa menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad setelah melakukan perjalanan jauh dari Masjidil Haram yang berada di Kota Makkah, Arab Saudi. Foto istimewa
Masjid Al Aqsa atau Masjidil Aqsa di Palestina, satu-satunya masjid bersejarah dan menjadi saksi bisu Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam saat melakukan Isra Mikraj menembus lapisan langit.
Kenapa masjid ini menjadi saksi? Karena Masjid Al Aqsa menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad setelah melakukan perjalanan jauh dari Masjidil Haram yang berada di Kota Makkah, Arab Saudi.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala,
سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ
Subhaanal laziii asraa bi'abdihii lailam minal Masjidil Haraami ilal Masjidil Aqsal-lazii baaraknaa haw lahuu linuriyahuu min aayaatinaa;innahuu Huwas Samii'ul-Basiir
"Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al Isra' 17: 1)
Masjid Al Aqsa juga adalah situs penting. Dalam literatur sejarah dan peradaban Islam , dijelaskan bahwa Masjid Al-Aqsa didirikan pertama kali oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam. Setelah beliau wafat, putranya Nabi Ishaq dan cucu Nabi Yaqub AS hingga cicitnya yakni Nabi Yusuf AS pun masih menjaga keberadaan masjid ini. Al-Aqsa memiliki makna yang sangat besar dalam tradisi keagamaan Islam serta sejarahnya. Masjid yang satu ini juga dikenal sebagai kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya berpindah ke Kakbah di Makkah.
Baca juga: Mengapa Isra Mikraj Terjadi di Malam Hari? Begini Penjelasan Al Quran
Dikutip dari laman studi islam, sejak berdirinya zaman kenabian, Masjid Al-Aqsa telah mengalami renovasi besar-besaran pada zaman khalifah Umayyah Abd al-Malik atau putranya al-Walid I pada periode khalifah tersebut antara tahun 685 M hingga 715 M.
















































