LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan

4 hours ago 34

loading...

VP Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranasasmita 3rd International Halal Ecosystem Conference Cairo 2026 secara hybrid. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) memperkenalkan konsep Green Halal dalam ajang 3rd International Halal Ecosystem Conference Cairo 2026 sebagai upaya mengintegrasikan standar halal dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Konsep yang diperkenalkan dalam forum internasional yang digelar secara hibrida pada 3 Juni 2026 itu dinilai dapat menjadi pendekatan baru untuk memperkuat daya saing industri halal global sekaligus menjawab tuntutan konsumen, investor, dan regulator terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.

"Industri halal memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak ekonomi yang tidak hanya sesuai syariah, tetapi juga berkelanjutan. Nilai halal dan keberlanjutan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi manusia dan lingkungan," kata VP Corporate Secretary LPPOM, Raafqi Ranasasmita dalam keterangan pers, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo

Dalam forum yang juga menghadirkan pembicara dari Brunei Darussalam dan Denmark tersebut, Raafqi memperkenalkan gagasan Green Halal Rating, yakni instrumen yang dapat membantu perusahaan menilai kepatuhan halal sekaligus mengukur kinerja keberlanjutan mereka dalam satu kerangka yang terintegrasi.

Menurut dia, pendekatan tersebut dapat memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan praktik bisnis yang etis, ramah lingkungan, dan sesuai prinsip syariah. Selain itu, model tersebut juga berpotensi meningkatkan kepercayaan konsumen yang semakin peduli terhadap aspek keberlanjutan.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |