Literasi Dana Pensiun Masih Rendah, OJK Ungkap Baru 22%

21 hours ago 43

loading...

Berdasarkan survei OJK, tingkat literasi dana pensiun baru mencapai 22%, jauh di bawah tingkat literasi keuangan nasional yang telah mencapai 69%. Foto/Dok

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) mengungkap tingkat literasi masyarakat terhadap dana pensiun masih tergolong rendah. Berdasarkan survei OJK, tingkat literasi dana pensiun baru mencapai 22%, jauh di bawah tingkat literasi keuangan nasional yang telah mencapai 69%.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, secara nasional mayoritas masyarakat telah memiliki pemahaman mengenai keuangan dan telah menggunakan atau mengakses produk dan layanan keuangan. Namun, kondisi tersebut belum tercermin pada sektor dana pensiun.

"Kalau OJK ini bikin satu survei tentang literasi dan inklusi di masing-masing sektor, kalau secara nasional, literasi keuangan secara nasional itu sudah 69 persen. Artinya kalau dari 100 orang yang kita tanya, ya 70 udah ngerti lah," kata Friderica dalam acara Kickoff Bulan Dana Pensiun 2026, Jumat (6/9).

Baca Juga: Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar

"Terus inklusinya malah lebih gede lagi, 93 persen-nya sudah melakukan inklusi keuangan, baik itu produk bank dan lain-lain. Tapi khusus untuk dana pensiun tuh angkanya masih kecil ya. Untuk literasinya masih 22 persen. Kemudian inklusinya juga masih kecil ya," lanjutnya.

Menurut Friderica, salah satu pekerjaan rumah OJK dan industri dana pensiun adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak dini. Ia menilai sebagian masyarakat sebenarnya sudah mulai memahami pentingnya memiliki persiapan finansial untuk masa pensiun. Namun, pemahaman tersebut belum banyak yang diwujudkan menjadi tindakan nyata.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |