Kasus Korupsi Makanan Satwa, Bagaimana Islam Mengatur Hak-Hak Binatang?

5 hours ago 21

loading...

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya bahwa salah satu perbuatan baik kepada binatang adalah dengan mengetahui hak-hak binatang itu sendirii. Foto ilustrasi/ist

Kasus korupsi jatah makanan hewan di Kebun Binatang Surabaya mencengahkan publik. Mirisnya, keserakahan manusia telah membuat hak-hak binatang terabaikan, bahkan banyak satwa di sana mati sia-saia karena kelaparan. Sudah sekejam itukah sifat manusia terhadap binatang? Bagaimana Islam memandang hak-hak binatang ini? Simak ulasannya berikut ini.

Sejatinya, Islam mengajarkan umatnya agar berbuat baik dan menyayangi binatang . Bahkan, bila kita berbuat baik kepada binatang, maka mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebaliknya orang yang menzalimi binatang akan diancam dengan azab. Kenapa kita harus berbuat baik kepada binatang ?

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Pada (perbuatan baik terhadap) setiap makhluk hidup ada pahalanya." (HR Bukhari dan Muslim)

Tiada satu kebaikan pun kecuali Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada umatnya. Demikian pula, tiada kejelekan apa pun kecuali umat telah diperingatkan darinya. Kita tahu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidaklah diutus kecuali membawa rahmat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةً لِّلۡعَٰلَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS.al-Anbiya: 107)

Baca juga: Cara Mengenali Rumah Tangga Samawa, Ini 7 Ciri-Cirinya Menurut Ajaran Islam

Di antara nama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah Nabiyurrahmah, yaitu nabi yang membawa kasih sayang. Rahmat beliau tentu tidak khusus untuk manusia, bahkan untuk alam semesta, termasuk binatang. Bahkan, Nabi SAW menyebutkan siapa saja yang berbuat dzalim pada binatang, maka akan masuk neraka.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |