loading...
Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Saputra Hasibuan mengatakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memiliki kepedulian terhadap buruh. Foto/SindoNews
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjukkan kepedulian besar terhadap perjuangan dan kesejahteraan buruh di Indonesia. Perhatian Kapolri terhadap buruh bukan sekadar pernyataan, tetapi merupakan bentuk dukungan nyata agar para pekerja mendapatkan rasa aman, perlindungan hukum, serta kesejahteraan yang semakin baik.
Hal itu dikatakan Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Edi Saputra Hasibuan menyikapi pernyataan Kapolri saat menghadiri peresmian Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Surabaya, Jawa Timur.
“Kita mengapresiasi perhatian Kapolri terhadap perjuangan para buruh. Ini merupakan dukungan nyata kepada buruh agar mereka dapat bekerja dengan nyaman, terlindungi dan memiliki kesejahteraan yang semakin baik,” katanya, Minggu (23/8/2026).
Baca juga: Soal Karhutla di Kalimantan, Kapolri: Kita Investigasi dan Beberapa Nama Sudah Diamankan
Dosen Program Pascasarjana ini menilai pernyataan Kapolri saat menghadiri peresmian KSPSI di Surabaya memiliki makna yang kuat. Kapolri bahkan menyatakan komitmennya untuk tetap mendampingi perjuangan buruh meskipun kelak tidak lagi menjabat sebagai Kapolri. Yang menarik, Kapolri juga menyatakan siap turun ke jalan apabila Desk Ketenagakerjaan Polri yang dibentuk Polri untuk menangani persoalan ketenagakerjaan tidak bekerja secara maksimal.
“Ini pernyataan yang menunjukkan bahwa Kapolri tidak ingin persoalan buruh hanya menjadi urusan administratif. Ketika hak dan kepentingan buruh membutuhkan perhatian, negara harus hadir,” tegasnya.
Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (Adihgi) ini mengatakan keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri harus benar-benar mampu menjadi jembatan penyelesaian persoalan antara pekerja, perusahaan dan pihak-pihak terkait. Jangan sampai desk tersebut hanya menjadi struktur kelembagaan tanpa menghasilkan penyelesaian konkret.


















































