IHSG Terjepit Konflik Timur Tengah dan Tekanan Fiskal Domestik, Begini Proyeksinya

2 hours ago 20

loading...

Pasar saat ini tengah diselimuti kehati-hatian tingkat tinggi akibat kombinasi memuncaknya tensi geopolitik global, perubahan kebijakan dagang AS, serta peringatan terkait kesehatan fiskal Indonesia. Foto/Dok

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diprediksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan konsolidasi mulai pekan ini, Senin (2/3/2026). Pergerakan indeks diperkirakan berada pada rentang support 8.031 dan resistance 8.437, menyusul koreksi sebesar 0,44% atau 36,28 poin ke level 8.235 pada perdagangan pekan lalu (23–27 Februari 2026).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengungkapkan bahwa pasar saat ini tengah diselimuti kehati-hatian tingkat tinggi akibat kombinasi memuncaknya tensi geopolitik global, perubahan kebijakan dagang Amerika Serikat , serta peringatan terkait kesehatan fiskal Indonesia.

Sentimen utama global dipicu oleh eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas strategis Iran yang memicu balasan rudal balistik ke berbagai pangkalan AS di kawasan Teluk.

Baca Juga: IHSG Berjuang Bertahan di Zona Hijau, Hari Ini Berakhir Naik Tipis 0,23%

“Pada tingkat global, ketegangan militer di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah target strategis Iran, termasuk kompleks militer dan fasilitas yang diperkirakan terkait program rudal dan nuklir Teheran, dalam operasi yang diberi kode Operation Epic Fury,” kata Imam dalam risetnya, Senin (2/3/2026).

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |