Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik

3 hours ago 20

loading...

Mantan Pj Sekda Kota Kupang A.D.E. Manafe bergabung dengan Partai Perindo NTT. Bergabungnya A.D.E. Manafe disambut langsung oleh Sekjen Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Foto/Dok Partai Perindo

JAKARTA - Dinamika politik menjelang pemilu kerap ditandai dengan bergabungnya figur-figur kunci yang dinilai memiliki rekam jejak dan pengaruh di tingkat lokal. Terkini, mantan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kupang, A.D.E. Manafe, dipastikan bergabung dengan Partai Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bergabungnya A.D.E. Manafe dengan Partai Perindo dan disambut langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Kantor DPP Partai Perindo, Senin (11/5/2026). Kehadirannya dinilai membawa perspektif birokrasi yang penting dalam merumuskan strategi politik yang lebih kontekstual dengan kebutuhan masyarakat di Kupang .

Penguatan Konsolidasi dan Basis Politik

Ketua DPW Partai Perindo NTT Simson A. Lawa mengatakan, bergabungnya A.D.E. Manafe tidak hanya memperkuat struktur partai, tetapi juga menjadi sinyal bahwa Perindo mulai menarik kepercayaan dari kalangan profesional dan birokrat di daerah.

"Dengan bergabungnya sosok yang dikenal sebagai ‘jenderal birokrat’, kami optimistis Perindo NTT dapat mengembalikan kursi-kursi yang sempat hilang, khususnya di parlemen Kota Kupang," ucap Simson.

Baca Juga: Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Nol Persen atau Pemberlakuan Fraksi Threshold

Dia menilai pengalaman panjang di birokrasi memberi nilai tambah dalam membaca persoalan riil masyarakat, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga kebutuhan dasar warga. Hal tersebut dinilai sejalan dengan upaya Perindo untuk menghadirkan politik yang tidak berhenti pada elektoral, tetapi juga berorientasi pada solusi.

Dorongan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Daerah

Dalam konteks yang lebih luas, Simson menegaskan bahwa penguatan partai tidak dapat dilepaskan dari agenda besar pembangunan daerah, terutama dalam mendorong ekonomi kerakyatan dan penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian NTT.

Menurut dia, tantangan pembangunan di NTT tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan infrastruktur, tetapi juga akses masyarakat terhadap peluang ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, kehadiran tokoh-tokoh dengan pengalaman teknokratis diharapkan mampu menjembatani kebutuhan kebijakan dengan realitas di lapangan.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |