Didukung Keluarga Rentan, Program MBG Dinilai Ringankan Beban Ekonomi Orang Tua

4 hours ago 35

loading...

Program MBG dinilai meringankan beban ekonomi keluarga rentan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar upaya membagikan makanan di sekolah, melainkan sebuah intervensi ekonomi dan sosial strategis untuk memutus rantai masalah gizi pada kelompok rentan. Keberadaan program ini dinilai mampu meringankan beban pengeluaran keluarga sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang lebih kompetitif.

"Harapannya, program MBG ini bisa menggantikan satu kali waktu makan yang sering hilang, terutama sarapan," ujar Dewi Marfuah, perwakilan Bidang Ilmiah Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Dewan Pimpinan Cabang Kota Surakarta, sekaligus Dosen Prodi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta melalui pernyataannya, dikutip pada Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Qodari: Penerima Program MBG Capai 61,9 Juta Orang

Dewi menyoroti dilema nyata di lapangan, di mana banyak anak sekolah terpaksa berangkat dengan perut kosong akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Berdasarkan pengalamannya saat pengabdian di sekolah, jumlah siswa yang melewatkan sarapan seringkali lebih banyak, hal mana sejalan dengan data Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) pada awal Februari 2026 lalu bahwa 81% keluarga rentan sangat mendukung keberlanjutan program MBG karena memberikan kepastian nutrisi anak, terutama di kota-kota kecil.

Adapun manfaat program ini dirasakan langsung oleh Adriana Hedmunrewa, seorang orang tua siswa di Desa Kalinawano, Sumba Barat Daya, NTT. Anaknya, Antonio Adrian Stefanus yang duduk di kelas VI SD Negeri Weetabula II, kini menjadi lebih aktif, berenergi, bahkan mengalami peningkatan nilai rata-rata rapor hingga mencapai angka delapan setelah rutin mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Dewi menjelaskan bahwa menu MBG memang dirancang secara terukur untuk memenuhi seperempat hingga sepertiga kebutuhan gizi harian anak. Dengan komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur, hingga buah, para siswa diharapkan memiliki energi yang cukup untuk berkonsentrasi penuh dalam proses belajar di sekolah tanpa rasa lemas.

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |