loading...
KERIS Kiai Bondoyudo atau juga sering disebut Ki Ageng Bondoyudo merupakan salah satu pusaka yang dimiliki Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro (1785-1855). Foto/Ilustrasi/Repro/Ist
KERIS Kiai Bondoyudo atau juga sering disebut Ki Ageng Bondoyudo merupakan salah satu pusaka yang dimiliki Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro (1785-1855). Keris ini melekat dengan sang Pangeran saat melawan penjajah Belanda pada Perang Jawa 1825-1830.
Nama Kiai Bondoyudo mengandung arti ahli duel tanpa senjata, di mana keris ini berbilah lurus itu diyakini menyimpan kekuatan esoteris yang menguntungkan. Energi keris Kiai Bondoyudo mendukung Pangeran Diponegoro dalam memerangi kolonial Belanda.
Baca juga: 196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
“(Kiai Ageng Bondoyudo) digunakan untuk mengobarkan semangat tempur balatentaranya di masa-masa sulit selama perang perang melawan Belanda,” tulis sejarawan Peter Carey dalam buku Takdir, Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855).
Diponegoro memiliki keris Kiai Bondoyudo sejak kembali dari Tegalrejo. Sebelum berubah menjadi keris pusaka, awalnya berupa mata panah. Dalam catatannya, Peter Carey menyebut Pangeran Diponegoro telah mengubah mata panah tersebut menjadi sebilah cundrik atau belati kecil.
Mata panah itu diperoleh melalui laku spiritual. Konon, kilatan cahaya yang tiba-tiba menghampiri Diponegoro saat khusyuk bersemedi. Kilatan cahaya yang menjelma mata panah itu lantas diberi nama Sarutomo. Nama yang terilhami dari Pasopati, senjata pamungkas Arjuna, tokoh Pandawa dalam kisah pewayangan Mahabarata.
Baca juga: Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir

















































