1 Prajurit Tewas dan 6 Orang Terluka Akibat Ledakan Gudang Amunisi TNI AD di Madiun

11 hours ago 34

loading...

Ledakan keras mengguncang Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Foto/SindoNews

JAKARTA - Ledakan keras mengguncang Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) pagi. Insiden yang terjadi saat kegiatan perawatan munisi itu mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia dan enam orang lainnya terluka.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan TNI AD berduka atas insiden tersebut dan telah mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan material munisi di salah satu gudang penyimpanan. Dalam insiden tersebut, satu orang personel dinyatakan meninggal dunia kemudian empat orang mengalami luka berat dan dua orang lainnya mengalami luka ringan," kata Donny di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Ledakan di Gudang Amunisi TNI Madiun, Korban Dilarikan ke RSUD Caruban

Menurut Donny, sesaat setelah kejadian, satuan langsung melakukan evakuasi korban serta melaporkan peristiwa tersebut sesuai prosedur. Saat ini, TNI AD telah membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab ledakan. Tim tersebut terdiri dari personel yang memiliki kompetensi di bidang peralatan dan munisi. "Tim investigasi sudah dibentuk dan sore hari ini juga sudah berangkat menuju ke tempat kejadian," ujarnya.

Lihat video: Pilu! Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia Dimakamkan Bersama

Donny menyatakan proses investigasi akan dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh guna memastikan kronologi serta penyebab pasti insiden tersebut. Donny juga meminta masyarakat tak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil investigasi rampung.

"Perlu kami tegaskan juga bahwa proses ini dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya.

(cip)

Read Entire Article
Budaya | Peduli Lingkungan| | |